Tanggal 12 Februari 2008 lalu, saya menghadiri acara Dies Natalis XXV Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Di acara tersebut saya berkesempatan mengikuti Stadium Generale oleh Fendy Suhariadi. Sebagai informasi, beliau adalah profesor termuda di Universitas Airlangga sekaligus profesor pertama dari Fakultas Psikologi Unair. Kuliah umum tersebut mengambil tema Paradigma Pengelolaan Manusia di Dalam Organisasi, yang diambil dari pidato Gubesnya.
Sebenarnya saya kurang mendalami masalah organisasi, walaupun dulu pernah mencicipi beberapa materi kuliah tentang psikologi industri dan organisasi. Namun salah satu yang membuat saya terkesan adalah bagaimana Pak Fendy membuat metafora tentang 2 macam paradigma dalam organisasi, dalam bentuk perlombaan kapal kayu dan kapal karet.
1. Perlombaan Kapal Kayu

Perlombaan Kapal Kayu berlangsung di perairan yang reatif tenang. Kendaraan yang digunakan terbuat dari kayu yang memiliki sifat kaku. Pada tiap-tiap perahu, posisi anak buah berada di pinggir lambung perahu dan letaknya tertata rapi pada sisi kanan dan kiri, mereka diatur sedemikian rapi agar perahu dapat melaju dengan kencang. Demikian pula kita pahami posisi pemimpin, letaknya di depan anak buah/pegawai tetapi menghadap ke belakang dengan posisi ketinggian lebih dari posisi anak buah agar semua anak buah bisa melihat pimpinannya ketika memberi perintah dengan menggunakan genderang.
Konsekuensi dari tatanan tersebut yaitu fungsi pimpinan yang begitu dominan. Pimpinan adalah satu-satunya pihak yang menentukan kecepatan laju kapal, jika genderangnya ditabuh cepat maka makin cepatlah dayungan anak buahnya, begitu pula sebaliknya. Pendayung yang tidak mengikuti instruksi pimpinan akan mendapat cap sebagai pembangkas dan tidak mengherankan bila akan diceburkan ke sungai (daripada mengganggu lajunya kapal). Kalaupun tidak, pada kegiatan selanjutnya pendayung tersebut tidak akan diikutsertakan. Susunan tersebut juga tidak memungkinkan adanya perubahan posisi dalam kapal. Pendayung yang duduk di posisi kedua tidak akan berpindah ke posisi di depan atau belakangnya, kecuali kapal tersebut sudah sampai di tujuan.
2. Perlombaan Kapal Karet

Perlombaan kapal karet atau lebih kita kenal dengan sebutan arung jeram berlangsung di perairan yang bergejolak, arus deras, dan penuh bebatuan. Kendaraan yang digunakan terbuat dari karet yang bersifat lentur dan elastis. Pada tiap-tiap perahu, pendayung dapat berpindah posisi menyesuaikan diri dengan arus yang dihadapi. Hal ini untuk keselamatan dirinya sendiri. Bayangkan saja bila pendayung tetap pada posisinya sedangkan arus deras tepat mengenai posisi duduknya. Posisi pimpinan dalam perahu karet relatif setara dengan anggota lainnya. Arus yang dapat memutar perahu karet tersebut, memungkinkan posisi pimpinan berubah pula, terkadang di bagian depan, bagian belakang, di sisi kanan, atau sisi kiri.Fungsi pimpinan dalam lomba kapal karet juga tidak terlalu dominan, bahkan seluruh anggota dapat secara aktif memberikan masukan dan saran pada anggota lainnya. Lihat saja, pada arung jeram, seluruh anggota bebas meneriaki anggota lainnya bahkan pimpinannya, khususnya memberikan informasi mengenai keadaanya yang dipahaminya, keselamatan bersama, atau hanya memberikan semangat belaka.
Dari penggambaran tersebut, pelaku organisasi dapat memilih paradigma mana yang paling sesuai dengan organisasinya. Tentu saja perlu kita pahami bagaimana sifat lingkungan eksternal organisasi (predictable bagaikan perairan yang tenang atau unpredictable bagaikan perairan berarus deras). Sifat organisasi yang kaku dapat diaplikasikan pada lingkungan yang predictable, misalnya manajemen negara kita di masa orde baru. Kala itu, kondisi eksternal benar-benar dikontrol oleh negara. Kalau kita masih ingat, dalam Trilogi Pembangun kata “stabilitas” selalu dipasang. Namun lingkungan kita telah berubah. Adanya globalisasi dan berbagai perubahan yang begitu cepat di berbagai bidang menuntut kita untuk dapat berlaku fleksibel. Tampaknya sifat organisasi yang lentur layakanya perahu karet lebih tepat diaplikasikan pada kondisi masa kini.
Selain itu, Pak Fendy juga merinci apa saja perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita. Perubahan-perubahan tersebut menuntut penyesuaian di berbagai bidang, bahkan di dunia pedidikan. Semoga saya diberi kesempatan untuk menuliskan beberapa perubahan dalam paradigma pendidikan untuk menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan jaman.



ak insyaalloh akan share via imel ya mbk, about me and my work place.
oh ya koreksi, utk tulisan mbk, frustasi—sepertinya yg tepat frustrasi–pake”r”coba cek dan tanyakan.txs
[...] ada posisi super di antara satu sama lain. Saya jadi teringat konsep organisasi kapal karet pada postingan saya beberapa waktu yang lalu. Mungkin ini gambaran nyata dari fleksibilitas karyawan dalam suatu organisasi. Efeknya, organisasi [...]
saya lagi mencari artikel organisasi..dan hasilnya saya mendapatkan pencerahan dari tulisan di atas makasi banyak…
http://arkusnandar.wordpress.com