Konon, komunikasi merupakan hal yang tidak akan lepas dari kehidupan kita sebagai makhluk sosial. Komunikasi merupakan faktor penting dalam suatu hubungan antar individu. Nah, kali ini saya tertarik untuk menuliskan bagaimana komunikasi antara guru dan orang tua dapat memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak, lebih-lebih pada pendidikan anak usia dini.

Pada anak-anak usia dini, perkembangan fisik maupun mental terjadi sangatlah cepat. Idealnya setiap perkembangan diikuti dengan baik oleh guru dan orang tua. Dalam pendidikan pra sekolah, orang tua akan mendapatkan laporan perkembangan fisik dan mental anak secara teratur, misalnya melalui pemberian rapot (biasanya diberikan setiap semester atau cawu). Pada beberapa sekolah, laporan tersebut bahkan diberikan lebih sering, misalnya melalui laporan harian, mingguan, atau bulanan.
Sebagai sarana komunikasi, idealnya harus bersifat 2 arah. Jika laporan perkembangan tersebut hanya diberikan kepada orang tua tanpa disertai suatu tindak lanjut maka komunikasi tersebut tidak dapat berjalan. Kita sebagai orang tua yang menyadari hal tersebut, hendaknya memberikan tanggapan kepada guru atas berbagai bentuk laporan perkembangan anak yang telah dibuatnya.
Membubuhkan Tanda Tangan pada Laporan Perkembangan Anak
Ini adalah hal paling sederhana yang dapat dilakukan orang tua, membubuhkan tanda tangan pada setiap laporan perkembangan anak. Pembubuhan tanda tangan memberikan sinyal bahwa orang tua benar-benar telah membaca laporan perkembangan anak. Tanda tangan juga mengartikan bahwa orang tua setuju atau memahami apa yang dituliskan guru. Bagi guru sendiri, tanda tangan orang tua di tiap laporan perkembangan anak menjadi suatu bentuk penghargaan orang tua atas pekerjaan guru. Mengamati perkembangan beberapa anak sekaligus dengan detail bukanlah suatu pekerjaan yang sepele. Ini akan menjadi suatu lingkaran yang menguntungkan, karena dapat membuat guru termotivasi untuk melakukan pengamatan dengan lebih baik.
Menuliskan Laporan Perkembangan Anak di Rumah
Jika orang tua memiliki waktu lebih, dapat pula memberikan catatan tambahan mengenai perkembangan anak di rumah. Beberapa pra sekolah membuat format khusus pada laporan perkembangan anak, sehingga tersedia kolom bagi orang tua jika ingin menuliskan sesuatu. Bila tidak, orang tua dapat menuliskan di lembaran terpisah dan menyelipkan dalam laporan perkembangan anak. Laporan orang tua ini dapat memberikan informasi lebih banyak kepada guru. Misalnya di rumah, orang tua mengamati anak sedang tertarik sekali dengan kegiatan menggunting kertas dan anak mulai dapat menggunakan gunting dengan baik. Menuliskan perkembangan tersebut, dapat membantu guru, misalnya untuk menyiapkan kegiatan yang benar-benar menarik perhatian anak. Seringkali, terjadi kesenjangan antara perilaku anak di rumah dan sekolah. Guru dapat diajak berperan dalam memperbaiki perilaku anak yang kurang adaptif di rumah, misalnya terlalu agresif, manja, dan lain sebagainya. Sebaliknya bila ada perilaku yang kurang adaptif di sekolah, orang tua dapat menuliskan saran kepada guru berdasar pengalaman orang tua jika anak berperilaku demikian.
Mengoptimalkan Kegiatan Pertemuan Guru-Orang tua
Sebagai bentuk komunikasi yang paling ideal adalah komunikasi tatap muka. Dalam komunikasi tatap muka, masing-masing pihak lebih jelas menangkap sinyal pihak lain, bukan hanya melalui bahasa verbal, namun dari bahasa tubuh, intonasi, dan ekspresi. Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan tiap bertemu dengan guru untuk menanyakan perkembangan anak. Saat menjemput anak di sekolah merupakan saat yang dapat digunakan untuk menanyakan perkembangan anak pada guru. Fokuskan pada hal-hal yang memang menjadi sentral perkembangan anak saat itu. Hendaknya percakapan tersebut tidak berlangsung terlalu lama, karena perlu kita ingat guru perlu isirahat setelah seharian menemani anak-anak kita. Hal yang berbeda tejadi bila memang ada hal yang memang perlu didiskusikan dengan guru, misalnya membuat kesepakatan dengan guru mengenai kesesuaian perlakuan di rumah dan sekolah. Karena pertemuan tersebut, memakan waktu lebih lama, buatlah janji terlebih dahulu dengan guru mengenai waktu pertemuan.
Tidak sempat menjemput anak? Paling tidak, sebagai orang tua, optimalkan kegiatan pembagian rapot (laporan perkembangan anak tiap semester). Sayang sekali, kalo pertemuan orang tua-guru semacam ini hanya dimanfaatkan untuk mengetahui jadwal kegiatan sekolah atau informasi-informasi lain yang hanya bersifat satu arah. Pada beberapa sekolah, rapot tersebut ada yang diberikan secara klasikal (bersama-sama) atau individual. Beruntunglah, bila sekolah anak anda, membagikan rapotnya secara individual. Hal ini mengartikan anda memiliki kesempatan untuk bercakap-cakap panjang lebar dengan guru. Di sisi lain, dalam pembagian rapot individual ini, guru-guru juga telah mempersiapkan diri untuk diajak berdiskusi panjang lebar oleh orang tua. Bila saja, sekolah anak anda membagikan rapot secara klasikal, manfaatkan waktu setelah pembagian rapot untuk bercakap-cakap dengan guru. Mungkin anda harus bergantian dengan orang tua lain untuk melakukan hal serupa.



Memang betul sekali komunikasi orang tua dengan anak dan sekolah. Komunikasi ini saya sebut sebagai komunikasi segit tiga. Saya sebagai guru sangat menunggu dan menghargai sekali terhadap informasi perkembangan anak di rumah oleh orang tua kepada guru/sekolah. Selain sebagai guru saya juga sebagai orang tua dari anak saya yang sekolah. Sebagai orang tua saya juga perlu mengetahui perkembangan anak saya di sekolah. Informasi dari sekolah ke saya/orang tua dan saya/sebagai guru ke orang tua disampaikan melalui anak. Untuk itu anak perlu difasilitasi alat komunikasi yang disebut ‘buku penghubung’. Buku ini biasanya diberikan di sekolah TK, tetapi itu juga dapat diberikan untuk anak SD dan SMP sebagai penghubung orang tua dengan sekolah atau sebaliknya.
tambahan yangk oke, terima kasih pak pur…